Masa yang Kelam
Aku sudah lupa bagaimana rasanya sebelum dunia jatuh di kaki kita
Menyisakan kenangan penuh asa
Tak kusangka rembulan pun tertawa
Matahari tak menampakkan sinarnya
Angin sepoi sepoi ganas setelahnya
Mereka katakan waktulah penyembuh
Tapi aku tetap saja lumpuh
Bersama hati yang rapuh
Dengan mata ini yang tak melihatmu utuh
Adakah orang yang sungguh
Tuk buat hati ini sembuh
Jika aku ingin kembali
Aku pasti menyebutmu seribu kali
Tuk lanjutkan perjalanan kita ini
Sampai waktu yang tlah ditentukan nanti
Tapi takkan pernah ku sesali
Pertemuan kita ini
Kisah kita kan abadi
Rabu, 23 Desember 2020
“Sajak Rindu”
Rindu ini selalu memikat
Membuat diriku semakin terikat
Menggenggam cintamu yang kuat
Namun tak semu sesaat
Canda tawamu selalu ada
Melayang buatku bahagia
Dalam berbagai angan logika
Di segenap hati dan jiwa
Jarak hanya bisa buatmu melihat
Apa yang sedang terikat
Rasa apa yang bisa terlibat
Benih asmara tertanam kuat
Aku hanyalah penikmat rindumu
Bagai angin yang membawanya padaku
Menyebar pada saraf tubuhku
Yang mengingat tentang dirimu
Ku tahu langit selalu bisu
Tuk kabarkan tentang dirimu
Namun di sini ku menunggu
Pertemuan manisku denganmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar